Posts

Membaca Tipping Point, Merenungi Kota

Image
Tipping Point, Kisah Tentang Epidemi Mengapa sepatu Hush Puppies yang tadinya sudah sekarat tiba-tiba menjadi hits di kalangan anak muda penggandrung mode di Amerika ? Bagaimana kejahatan di New York menurun secara drastis hanya dengan tindakan menghapus grafitti ? Apa persamaan fenomena bunuh diri di Mikronesia dengan merebaknya kebiasaan merokok di kalangan remaja ? Bagaimana Sesame Street dapat begitu digemari oleh anak pra-sekolah dan kemudian digantikan tempatnya oleh Blue’s Cues ?  Buku Tipping Point, karangan Malcolm Gladwell, menyajikan serangkaian hasil penelitian yang (bisa jadi) menjawab berbagai fenomena menarik ini. Tipping Point sendiri secara harafiah bermakna titik puncak. Buku ini berbicara mengenai bagaimana suatu gagasan, produk, perilaku dapat mencapai  ‘tipping point’, seolah berepidemi, seperti mewabah. Dengan berbagai riset yang disajikan, buku ini memberi alternatif jawaban bagi dua pertanyaan penting yaitu : 1) Mengapa ada gagasan atau peri...

Mangut Lele Mbah Marto, Sebuah Customer Experience Dalam Dapur

Image
Awalnya saya tak kenal dengan mangut lele.  Di Jakarta, biasanya saya menikmati pecel lele. Lele yang digoreng kering dan dimakan dengan lalapan sayur. Kenikmatannya terutama terletak pada sambal. Baru di Yogya lah saya menikmati mangut lele yang merupakan olahan ikan lele yang dimasak dengan menggunakan banyak sekali bumbu. You name it .  Cabe, jahe, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, kelapa, kemiri, ketumbar dan lain sebagainya. Rasanya ? Tentu saja eksotis . Salah satu warung legendaris tempat menikmati mangut lele di kota  ini adalah Mangut Lele Mbah Marto. Letaknya di Sewon, Bantul. Tak berapa jauh dari kampus ISI. Untuk mencapai lokasinya, saya perlu bertanya beberapa kali karena letaknya di perkampungan. Masuk-masuk gang. Tempatnya pun unik. Sebuah rumah biasa. Tidak seperti warung dengan etalase makanan, untuk dapat menikmati mangut dan makanan-makanan lainnya, kita harus masuk ke dalam rumah si mbah, menuju tepat ke jantung rumah tersebut. Dan sa...

Sekeping Layanan Prima di Malioboro

Malam hari, pukul 8.50. Di Mirota Batik, Malioboro Yogyakarta, 10 menit menjelang waktu tutupnya. Peringatan untuk segera menyelesaikan transaksi sudah berulangkali terdengar. Saya datang ke kasir, membawa kantung belanjaan yang sarat dengan pernak-pernik khas Yogya. Puluhan pensil berkepala wayang, tempelan kulkas berbagai bentuk, pembatas buku, dll., dst. Souvenir yang akan saya jadikan sebagai properti pelatihan esok harinya di Magelang. Setelah dikalkulasi,  dengan nada sedikit sungkan karena ini sudah menjelang waktu tutup, saya bertanya apa masih bisa meminta agar semua label harga dicopot. Mbak yang bertugas di bagian pembungkusan, dengan cepat mengatakan, “Ooooh..... bisa !” Tidak ada perubahan sedikit pun pada raut wajahnya.  Tidak ada gerakan melirik jam, tidak ada cemberut. Biasa saja. Saya pun tersenyum lebar. Sungguh indah memang kata yang satu itu di telinga pelanggan : Bisa ! Petugas tersebut kemudian berkata, “Maaf Mbak , kalau mau lebih cepat, baga...

Catatan Akhir Tahun - Tahun Inspiratif

Image
Dan setelah semua kesibukan Natal dan Tahun Baru usai, saya pun kembali ke laptop ini. Melakukan kegiatan yang biasanya saya lakukan di akhir tahun. Menonton film di kepala tentang apa yang terjadi di tahun 2014, melihat foto-foto yang pernah saya ambil dan unggah di tahun tersebut. Melihat pola dan merefleksikannya. Di tahun 2013, lewat theme of the year yaitu Omahkebon, saya melihat perwujudan satu mimpi, seperlahan apa pun itu. Tahun 2014, setelah saya amati, tema utama saya adalah inspirasi. Ada banyak sekali hal-hal baru yang saya temui di tahun 2014. Kejadian baru, tempat baru, peran baru, orang baru. Semuanya menginspirasi. Bahkan sampai akhir tahun 2014 pun, saya mengalami peristiwa-peristiwa, pembicaraan-pembicaraan yang menginspirasi.  Menciptakan dan membawakan program-program pelatihan baru, mengunjungi tempat-tempat baru untuk mengajar. Dari yang modern-keren-dingin sampai yang terpencil di kebun dan harus mengajar sambil bertelanjang kaki alias ‘nyeker’...